TASAWUF (MISTISISME)

BAB I
PENDAHULUAN 
A.           Latar Belakang Masalah
Tasawuf adalah nama lain dari mistisisme dalam Islam. Di kalangan orientalis barat dikenal dengan sebutan sufisme, yang merupakan istilah khusus mistisisme Islam. Sehingga kata sufisme tidak ada pada mistisisme agama-agama lain. Tasawuf atau mistisisme dalam Islam ber-esensi pada hidup dan berkembang mulai dari bentuk hidup kezuhudan, dalam bentuk tasawuf amali, kemudian tasawuf falsafi. Tasawuf adalah aspek ajaran Islam yang paling penting, karena peranan tasawuf merupakan kunci kesempurnaan amaliah ajaran Islam. Memang di samping aspek tasawuf, dalam Islam ada aspek lain yaitu akidah dan syariah, atau dengan kata lain yang dimaksud dengan agama adalah terdiri dari Islam, iman dan ihsan, dimana ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan.
Untuk mengetahui hukum Islam kita harus lari kepada syariah/fiqih, untuk mengetahui rukun iman kita harus lari pada ushuludin/akidah dan untuk mengetahui kesempurnaan ihsan kita masuk kedalam tasawuf. Oleh karena itu, tasawuf adakalanya membawa orang menjadi sesat dan musyrik apabila seseorang bertasawuf tanpa bertauhid dan bersyariat. Persoalan tasawuf sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan, banyak persoalan dalam dunia tasawuf. Dengan memaparkan serta mengutip pendapat yang ada, paling tidak itulah yang tersurat dalam makalah ini.

MEMBANGUN UKHUWAH DAN ISLAH MELALUI PAI DI SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia yang sudah berjalan sekian puluh tahun sejak kemerdekaannya disadari lebih menekankan pada dimensi kognitif mencetak manusia-manusia cerdas, terampil, dan mahir telah berpotensi melahirkan manusia yang berkepribadian pecah (split personality) dan integritas (split integrity).  Tidak mengherankan apabila kebohongan, manipulasi, korupi, serakah, kolusi, nepotisme, kerusuhan antar etnis, pembunuhan dan sederetan peristiwa lainnya selalu mewarnai berita di negara ini.  Dimensi-dimensi lain seperti afektif dan psikomotorik gagal diimplementasikan dalam sistem pendidikan sebagai ciri profesional yang mengintegrasikan antara intelektual, moral, spiritual tidak tercermin pada para lulusannya. Krisis identitas mewarnai individu-individu yang terlahir dari dunia pendidikan dan cenderung tidak percaya diri untuk menjadi dirinya sendiri. Masifikasi gelombang modernitas telah membawa siapapun termasuk dunia pendidikan untuk hanyut mengikuti mainstream dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan alasan tidak ingin teralienasi dan dikatakan alergi terhadap modernitas. Dalam kondisi seperti ini hegemoni konsep-konsep pendidikan ala barat sulit bisa dihindari, cenderung mencibirkan konsep-konsep dan ajaran lokal meskipun diyakini syarat dengan nilai-nilai moral. Ini merupakan indikasi bahwa pendidikan di Indonesia telah mengkhianati amanat karena gagal memelihara nilai-nilai yang mengakar pada masyarakat.

PENGUATAN METODOLOGI PENELITIAN DISERTASI MPI DAN PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam Berbasis Interdisipliner)


KERANGKA ALUR PENELITIAN PAI

Silabus Materi PAI di SMP & SMA

RENCANA PEMBELAJARAN SATU SEMESTER (RPSS)

Mata Kuliah
:
Materi PAI SMP dan SMA
SKS
:
2
Semester/Kelas
:
5 (Lima)
Standar Kompetensi
:
Memiliki penguasaan materi PAI di SMP-SMA
Kompetensi
:
Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang materi PAI di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, sekaligus mendalami tentang materi PAI yang diajarkan di SMP dan SMA, setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai, mendalami, serta mempraktekkan dalam proses pembelajaran di SMP dan SMA.

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Setelah Abad 15 M umat Islam mengalami kemunduran yang sangat parah ditandai dengan hancurnya dinasti Abbasiyah sebagai simbol kejayaan umat Islam. Kemudian diikuti dengan semangat bangsa Eropa yang dengan Renaisance nya membawa keharuman bangsa tersebut menuju puncak keemasan yang pernah di raih umat Islam sebelumnya. Dari titik kesadaran yang diraih bangsa Eropa tersebut mampu menemukan berbagai inovasi dalam teknologi industri konsumtif; mesin, listrik, teknologi pemintalan dan lain lain. Setelah waktu berjalan penemuan inovasi ini tidak diimbangi raw material yang dimiliki bangsa Eropa sehingga memunculkan revolusi industri, yang mengakibatkan krisis kemanusiaan; Misalnya pengangguran, perbudakan, pemberontakan sebagai akibat kaum Borjuist yang sudah tidak memerlukan lagi tenaga manusia.

MEMBANGUN UKHUWAH DAN ISLAH MELALUI PAI DI SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia yang sudah berjalan sekian puluh tahun sejak kemerdekaannya disadari lebih menekankan pada dimensi kognitif mencetak manusia-manusia cerdas, terampil, dan mahir telah berpotensi melahirkan manusia yang berkepribadian pecah (split personality) dan integritas (split integrity).  Tidak mengherankan apabila kebohongan, manipulasi, korupi, serakah, kolusi, nepotisme, kerusuhan antar etnis, pembunuhan dan sederetan peristiwa lainnya selalu mewarnai berita di negara ini.  Dimensi-dimensi lain seperti afektif dan psikomotorik gagal diimplementasikan dalam sistem pendidikan sebagai ciri profesional yang mengintegrasikan antara intelektual, moral, spiritual tidak tercermin pada para lulusannya. Krisis identitas mewarnai individu-individu yang terlahir dari dunia pendidikan dan cenderung tidak percaya diri untuk menjadi dirinya sendiri. Masifikasi gelombang modernitas telah membawa siapapun termasuk dunia pendidikan untuk hanyut mengikuti mainstream dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan alasan tidak ingin teralienasi dan dikatakan alergi terhadap modernitas. Dalam kondisi seperti ini hegemoni konsep-konsep pendidikan ala barat sulit bisa dihindari, cenderung mencibirkan konsep-konsep dan ajaran lokal meskipun diyakini syarat dengan nilai-nilai moral. Ini merupakan indikasi bahwa pendidikan di Indonesia telah mengkhianati amanat karena gagal memelihara nilai-nilai yang mengakar pada masyarakat.

SILABUS MATERI PAI DI SMP DAN SMA

RENCANA PEMBELAJARAN SATU SEMESTER (RPSS)

Mata Kuliah
:
Materi PAI SMP dan SMA
SKS
:
2
Semester/Kelas
:
5 (Lima)
Standar Kompetensi
:
Memiliki penguasaan materi PAI di SMP-SMA
Kompetensi
:
Mata kuliah ini memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang materi PAI di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, sekaligus mendalami tentang materi PAI yang diajarkan di SMP dan SMA, setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai, mendalami, serta mempraktekkan dalam proses pembelajaran di SMP dan SMA.

MUKTAMAR NU KE-33

“ Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”

Indonesia memiliki dua organisasi keagamaan yang besar dan juga sama-sama tua, apalagi jika bukan Muhammadiyah (lahir 1912:103 tahun) dan Nahdlatul ‘Ulama (1926:89 tahun), keduanya lahir sebelum kemerdekan negeri Nusantara ini. Muktamar NU ke-33 akan berlngsung pada tanggal 1-5 Agustus 2015 di Jombang, sementara muktamar Muhammadiyah ke-47 berlangsung pada tanggal 3-7 Agustus 2015 di Makasar. Ini merupakan sebuah truisme belaka, takdir sejarah yang insyaAllah akan membawa berkah bagi bangsa ini ke depan.
Muktamar keduanya memiliki tema yang nyaris sama: NU “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”, sedangkan Muhammadiyah “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan”. Sebuah kemiripan yang juga truisme belaka: menggambarkan wilayah kepedulian yang mengatasi dan melintasi golongan, suku, etnis, dan agama. Sebagai rasa kepedulian yang sudah pada level kebangsaan dan kemanusiaan secara universal.

KRITIK HADIS (Naqd al-Hadis)

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Hadis (sunnah) bagi umat Islam menempati urutan kedua sesudah al-Qur’an, karena disamping sebagai sumber ajaran Islam yang secara langsung terkait dengan keharusan mentaati Rasulillah, juga karena fungsinya sebagai penjelas (bayan) bagi ungkapan-ungkapan al-Qur’an yang mujmal, muthlaq, ‘amm dan sebgainya. Kebutuhan umat Islam terhadap hadis (sunnah) sebagai sumber ajaran agama terpusat pada substansi doktrinal yang tersusun secara verbal dalam komposisi teks (redaksi) matan hadis. Target akhir pengkajian ilmu hadis sesungguhnya terarah pada matan hadis, sedang yang lain (sanad, lambang perekat riwayat, kitab yang mengoleksi) berkedudukan sebagai perangkat bagi proses pengutipan, pemiliharaan teks dan kritiknya.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net